Minggu, 25 Mei 2008

Jangan Salahkan Takdir

Takdir...
Sungguh kata tersebut berubah maknanya menjadi sangat sempit. Seseorang mengatakan takdir, jika ia berhasil atau jika ia gagal. Contohnya, “mungkin sudah takdirnya kita jadi orang miskin..” atau “mungkin sudah takdirnya menjadi orang kaya..”. Padahal takdir tidaklah sesempit itu, takdir adalah semuanya.. takdir bukan sekedar hasil yang akan kita peroleh. Melainkan semua yang terjadi adalah takdir. Bermula dari kedatangan kita di dunia (awal) lalu perjalanan hidup kita (proses)hingga akhir kehidupan kita (keluaran/hasil) itulah takdir..
Kita selalu menyalahkan takdir manakala kita gagal mendapatkan sesuatu, padahal kita tak pernah berjuang untuk mendapatkannya. Sesungguhnya ketika kita berjuang mendapatkan sesuatu itu juga takdir. Contohnya, seseorang berkata bahwa takdirku adalah kenyang. Tapi bagaimana seseorang bisa kenyang jika ia tak mau memasukkan makanannya ke mulutnya, padahal di depannya sudah ada makanan. Bagaimana mungkin ia kenyang jika ia tak makan. Nah proses memasukkan makanan tersebut juga takdir.
Allah selalu memberikan hidayah serta jalannya untuk semua umatNya. Tinggal bagaimana hambanya mau berusaha untuk menangkap hidayahNya itu. Bukankah tiap diri sudah membuat perjanjian dengan RabbNya manakala ia akan dilahirkan ke dunia. Sesungguhnya sejak saat itu kita yang menuliskan takdir seperti apa yang kita inginkan. Jangan pernah menyalahkan takdir manakala keinginan kita tidak tercapai. Sesungguhnya Allah sangat tahu apa yang terbaik untuk kita. Boleh jadi kita menganggap sesuatu baik untuk kita padahal belum tentu seperti itu. Hanya Allahlah yang tahu apa yang terbaik untuk kita.

So Jangan salahkan Takdir.. Apalagi menghujat Sang Pemilik Takdir... seperti dalam lagu yang telah diubah oleh penulisnya “…takdir memang kejam, tak dapatkah kau rasakan….” Karena sesungguhnya untuk naik ke level yang lebih tinggi kita akan selalu di uji. Tak perlu berfikir akan seperti apa hasilnya, selama kita berusaha, selama kita telah memberikan yang terbaik. Maka sesungguhnya kita sudah Do The Best untuk pilihan Takdir kita. Allah tak pernah melihat hasil, melainkan proses. Percaya dan yakinkan diri untuk tetap berbaik sangka pada Pemilik Takdir.

Illahi Anta Ya Rabbi..
Aku kembali keharibaanMu
Untuk meluruskan cinta melalui kasihMu
Aku kembali terpuruk ketika kulepaskan keagungan cintaMu
Aku tersungkur untuk bermunajat padaMu
Sang Pemilik Hidup, melalui janjiMu pada setiap hambaMu
Dan aku percaya Kau kan berikan yang terbaik untukku
Untuk ku bawa hingga hari akhir, untuk kubawa untuk bertemu denganMu
Hingga hati semakin tenang dan tunduk pada Ayat-ayatMu
Aku kembali Ya Rabb….

Home, May 25, 2008

[+] Read More

Nice Word

Bongkarlah penat deritamu menjadi benderang kebahagiaan,

Kesedihanmu menjadi keceriaan, kekikiranmu menjadi kedermawanan

Dan gelegak kemarahanmu menjadi kesabaran

Jadikan musibah sebagai kesenangan dan keimanan sebagai senjata

My Slide